Statistik Pengunjung

034505
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
348
240
966
32992
1832
2094
34505

Your IP: 54.198.224.121
Server Time: 2014-04-18 20:46:45
Supervisi Guru Oleh Pengawas Madrasah
SERAH TERIMA JABATAN KETUA OSIS
Pentas Seni dalam acara Perpisahan
Ketua Komite MTs Al-Mukarromah dalam Acara Istighotsah Pra un
Lab. Komputer
Juara Lomba Pidato
Kegiatan Pramuka
Paskibra MTs Al-Mukarromah
Pembukaan Workshop SKP
Dewan Guru
Gedung MTs Al-Mukarromah
Pentas seni Drama dalam acara perpisahan
Gerbang MTs Al-Mukarromah
Istighotsah Pra UN 2012-2013
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas Baru

Puisi

 

Mimpi Siapa Ini

 (Puji Hartini)

 Saat kupandang wajah-wajah penuh warna

     Pesona!

 

 Ada sebongkah asa  terpendam,  yang  terdalam

 Terpelanting! Diantara butiran-butiran debu  beterbangan

 Urai air mata tertahan di sudut-sudut sunyi

      Sepi!

 Janji yang pernah   terucap tak ada lagi di hati

 Ada penghianatan  masih  tersisa

      di sini!

 Namun kau tak  menyadari, tak mau

     peduli!

 Urai mimpi-mimpi   tersembunyi

 Ada  keraguan menyelinap di ruang-ruang terkunci

 Rundung  semua   sisi-sisi  padati hati

 Ikhtiar berulang,  terus berulang!

       kapan kan berakhir?

       KUTUNGGU DI SINI, PASTI!

 

 UNTUKMU  KAWAN

 

(Puji Hartini)

 Kawan...

 Hanya waktu yang ‘kan menjawabnya

 Oase yang mengalir dari sumur kesadaran

 Engkau begitu jauh kujangkau

 Rasanya tak mudah kugapai

 Ubah semua mimpi-mimpi

 Laksana siang menyapu malam

 Rasa...

 Iringi bayang-bayang kegelisahan, saat

 Zamrut hadir tertelan mentari

 Aku tak tahu, kawan...

 Lamanya hari-hari dalam diam berlalu

 Ungkap sejuta tanya

 Mendera di jiwa

 Aku percaya kawan, setiap

 Musim dingin hati ada getar musim semi

 Ingat kawan! Di balik selubung malam pasti ada senyum Sang Fajar

       

 

Kini putus asa berubah jadi harapan!

 (Puji Hartini)

 

Apa yang Kukatakan

 Kawan, apa yang mesti kukatakan

 Hari ini semua terjawab

 Obsesiku tentangmu kandas sudah

 Engkau singkirkan aku jauh-jauh dari kedamaian

 Rasanya tak mampu memandang diri

 Untuk memori yang masih ada di sudut kamar sunyi

 Lalu apa yang   aku lakukan, ketika

 Rindu nyaris meluluhlantakkan hati

 Ini ketidakmampuanku menyerah pada harapan

 Zona yang dikumandangkan bertalu

 Aku merasa ini lebih pahit daripada empedu

 Lengkap dengan kegelisahan dan penderitaan tersembuni

 Untuk satu mimpi yang tak terwujud

 Mencipta beban hati

                          Adakah esok untukku                         

 Mengubah derita menjadi bahagia

 Inilah belenggu yang kutulis dengan  jemari jiwa dan tinta hati.