Wujud Syukur dan Uji Kreativitas, Siswa Kelas 9 MTs Al Mukarromah Gelar Ujian Tata Boga Pembuatan Tumpeng
SAMPANG – Kemeriahan dan aroma harum masakan memenuhi lingkungan MTs Al Mukarromah Sampang pada Sabtu, 16 Mei 2026. Seluruh siswa kelas 9 berkumpul untuk mengikuti ujian praktik Tata Boga dalam mata pelajaran Seni Budaya. Uniknya, ujian praktik kali ini dikemas dalam bentuk pembuatan tumpeng tradisional secara berkelompok.
Kegiatan ini bukan sekadar penilaian akademis untuk menguji keterampilan memasak, kreativitas menyusun hidangan, dan kerja sama tim. Lebih dari itu, pembuatan tumpeng ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi para siswa yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa studinya.
Kepala MTs Al Mukarromah, Bapak Imam Asy'ari, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme dan kerja keras para siswa."Tumpeng ini adalah simbol budaya kita yang sarat akan makna. Kegiatan hari ini bukan hanya tentang nilai ujian di atas kertas, melainkan bentuk rasa syukur kolektif atas kelancaran proses pembelajaran yang telah dilalui anak-anak selama tiga tahun penuh suka dan duka di madrasah ini," ujar beliau di sela-sela meninjau meja kreativitas siswa.
Sejak pagi hari, para siswa yang dibagi menjadi beberapa kelompok tampak kompak membagi tugas. Ada yang menghias wadah tampah, meracik lauk-pauk, hingga mencetak nasi kuning menjadi kerucut yang menjulang tinggi. Berbagai kreasi tumpeng modern namun tetap mempertahankan sisi tradisional berhasil disajikan dengan estetika yang memukau tim penguji.
Guru mata pelajaran Seni Budaya menjelaskan bahwa aspek yang dinilai dalam ujian tata boga ini meliputi rasa masakan, kebersihan proses memasak, kekompakan tim, hingga keindahan dan keserasian dalam penyajian (plating).
Setelah proses penilaian selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan guru. Suasana berubah menjadi khidmat sekaligus haru saat seluruh siswa, guru, dan staf madrasah bersama-sama menikmati hidangan tumpeng yang telah dibuat.
Melalui momen kebersamaan ini, diharapkan rasa kekeluargaan di antara siswa kelas 9 serta rasa takzim kepada para guru yang telah membimbing mereka selama tiga tahun dapat terus tertanam erat, sebagai bekal positif untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.





Comments
Post a Comment